B2B IT Infrastructure & Managed Services

Jasa CCTV & VMS Jakarta

Solusi CCTV IP dan VMS untuk kebutuhan monitoring tersentralisasi dengan storage sesuai skenario.

Mengapa layanan ini dibutuhkan?

Solusi CCTV IP dan VMS untuk kebutuhan monitoring tersentralisasi dengan storage sesuai skenario.

01

Kamera membutuhkan jaringan dan storage yang sesuai.

02

Monitoring terpusat memudahkan operasional security.

03

Desain penyimpanan harus mempertimbangkan jumlah kamera dan retensi.

Ruang Lingkup Layanan

Scope final menyesuaikan hasil assessment dan kebutuhan proyek.

Camera planning

Penentuan jumlah kamera, posisi, coverage, resolusi dan kebutuhan recording sebelum pemasangan.

PoE / network planning

Perencanaan PoE, uplink, VLAN dan bandwidth agar traffic kamera stabil dan terisolasi dari jaringan user bila diperlukan.

VMS server setup

Persiapan server VMS, management access, koneksi kamera dan parameter dasar recording.

Storage planning

Perhitungan storage berdasarkan bitrate, jumlah kamera, resolusi, frame rate dan retention.

Recording configuration

Konfigurasi recording schedule, retention dan parameter storage sesuai kebutuhan monitoring.

Basic testing & documentation

Pengujian live view, recording, playback, network connectivity dan dokumentasi baseline konfigurasi.

01Assessment
02Design
03Deployment
04Verification

Bagaimana prosesnya?

HALO-TECHS memulai pekerjaan dari kebutuhan dan kondisi lingkungan IT, kemudian menyiapkan desain, kebutuhan hardware/software bila diperlukan, deployment dan testing. Pendekatan ini bertujuan agar solusi tidak berhenti pada instalasi, tetapi dapat dipahami dan disupport setelah implementasi.

Catatan: Detail produk, jumlah perangkat, kapasitas dan konfigurasi akhir disesuaikan dengan hasil assessment.

Terkait dengan layanan lain

Desain CCTV IP dan VMS Terpusat

Implementasi CCTV IP perlu mempertimbangkan kamera, bandwidth, PoE, network segmentation, VMS, recording retention dan storage. HALO-TECHS dapat membantu desain CCTV dan VMS untuk kebutuhan monitoring terpusat menggunakan platform dan perangkat yang sesuai dengan scope proyek.

Untuk jumlah kamera yang lebih besar, perhitungan bitrate dan retention menjadi faktor penting dalam menentukan storage. Arsitektur dapat dibuat terpusat atau terdistribusi sesuai lokasi. Dokumentasi network dan recording architecture membantu proses maintenance serta pengembangan sistem di tahap berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Dibahas

Apakah CCTV harus menggunakan NVR?

Tidak selalu. Pada skenario tertentu, kamera IP dapat direkam ke VMS server dengan storage terpusat selama network, server dan storage dirancang sesuai beban.

Apa yang menentukan kapasitas storage CCTV?

Jumlah kamera, bitrate, resolusi, frame rate dan retention merupakan parameter utama, ditambah overhead serta kebutuhan resiliency storage.

Apakah kamera lama bisa diintegrasikan dengan sistem baru?

Tergantung protokol dan kompatibilitas kamera eksisting. Sebagian kamera ONVIF-compliant dapat diintegrasikan, namun perlu pengecekan lebih dulu saat assessment.

Apakah CCTV bisa diakses dari luar kantor?

Bisa, dengan konfigurasi remote access dan keamanan jaringan yang sesuai, misalnya VPN atau akses yang dikontrol ketat agar tidak menimbulkan celah keamanan.

Berapa lama footage biasanya disimpan?

Retention umum berkisar 15-30 hari tergantung kapasitas storage dan kebutuhan, namun ini disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan.

Butuh quotation untuk kebutuhan ini?

Kirim kebutuhan, lokasi, jumlah user/perangkat dan target waktu implementasi.

Minta Penawaran
WhatsApp